{"id":2489,"date":"2026-07-20T12:19:11","date_gmt":"2026-07-20T05:19:11","guid":{"rendered":"https:\/\/infopendidikan.bic.id\/?p=2489"},"modified":"2026-09-28T15:43:19","modified_gmt":"2026-09-28T08:43:19","slug":"krisis-siswa-baru-sd-karangasem-sdn-3-bukit","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bicarainfo.com\/pendidikan\/krisis-siswa-baru-sd-karangasem-sdn-3-bukit\/","title":{"rendered":"Krisis Murid Baru di Karangasem, Disdikpora Jamin Layanan Pendidikan Tetap Berjalan"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>KARANGASEM<\/strong> \u2014 Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Karangasem, Bali, mencatat belasan Sekolah Dasar (<a href=\"\/tag\/sd\/\">SD<\/a>) negeri di wilayah \"Gumi Lahar\" mengalami krisis kepesertaan didik ekstrem dengan perolehan kurang dari lima murid baru dalam penerimaan siswa baru tahun ajaran 2026\/2027. Di tengah kemerosotan jumlah pendaftar tersebut, otoritas pendidikan setempat menegaskan bahwa kegiatan belajar-mengajar akan tetap dilaksanakan secara normal sesuai dengan standar kurikulum nasional.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Langkah penyesuaian operasional kelas kini mulai dirancang oleh dinas terkait untuk memastikan hak belajar anak-anak di daerah pinggiran tetap terpenuhi<sup><\/sup>. Evaluasi mendalam terhadap tata kelola sekolah dasar sepi peminat juga terus dilakukan demi merespons usulan penggabungan sekolah dari legislatif daerah<sup><\/sup>.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Ironi PPDB: SDN 3 Bukit Hanya Memiliki Dua Siswa Baru saat MPLS<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salah satu potret paling kontras dari penyusutan murid ini terjadi di SDN 3 Bukit yang berlokasi di Dusun Kebon Bukit, Desa Bukit, Kecamatan Karangasem. Pada tahun ajaran baru ini, sekolah tersebut hanya berhasil menjaring dua murid baru yang keduanya merupakan anak laki-laki. Meski hanya diikuti oleh dua peserta didik, pihak sekolah tetap menggelar kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (<a href=\"\/tag\/mpls\/\">MPLS<\/a>) secara tatap muka sejak Senin, 13 Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kepala SDN 3 Bukit Komang Suranata menjelaskan bahwa pelaksanaan MPLS selama satu minggu dirancang secara menyenangkan dan ramah anak dengan bimbingan khusus dari satu orang guru kelas<sup><\/sup>. Suranata memaparkan bahwa minimnya jumlah siswa baru sudah menjadi tren berulang dalam beberapa tahun terakhir di wilayahnya<sup><\/sup>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\"Saat ini, total siswa SD Negeri 3 Bukit berjumlah 35 orang,\" ungkap Suranata<sup><\/sup>. Ia menambahkan bahwa tidak ada satu pun tingkatan kelas di sekolahnya yang memiliki jumlah murid lebih dari 10 anak<sup><\/sup>. Berdasarkan data sekolah, penyusutan ini dipicu oleh empat faktor utama: minimnya populasi anak usia sekolah di lingkungan sekitar, perpindahan warga ke luar daerah untuk bekerja (<em>merantau<\/em>), lokasi sekolah yang berada di area pinggiran dusun, serta tingginya kepadatan sekolah dasar di Desa Bukit yang menampung hingga lima unit SD<sup><\/sup>.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table responsive-table-container\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><td><strong>Kelas<\/strong><\/td><td><strong>Jumlah Siswa SDN 3 Bukit<\/strong><\/td><td><strong>Status Operasional Kelas<\/strong><\/td><\/tr><\/thead><tbody><tr><td><strong>Kelas I<\/strong><\/td><td>2 siswa<sup><\/sup><\/td><td>Berjalan normal dengan 1 rombel<sup><\/sup><\/td><\/tr><tr><td><strong>Kelas II<\/strong><\/td><td>4 siswa<sup><\/sup><\/td><td>Berjalan normal<sup><\/sup><\/td><\/tr><tr><td><strong>Kelas III<\/strong><\/td><td>9 siswa<sup><\/sup><\/td><td>Berjalan normal<sup><\/sup><\/td><\/tr><tr><td><strong>Kelas IV<\/strong><\/td><td>8 siswa<sup><\/sup><\/td><td>Berjalan normal<sup><\/sup><\/td><\/tr><tr><td><strong>Kelas V<\/strong><\/td><td>6 siswa<sup><\/sup><\/td><td>Berjalan normal<sup><\/sup><\/td><\/tr><tr><td><strong>Kelas VI<\/strong><\/td><td>6 siswa<sup><\/sup><\/td><td>Berjalan normal<sup><\/sup><\/td><\/tr><tr><td><strong>Total<\/strong><\/td><td>35 siswa<sup><\/sup><\/td><td>Kegiatan belajar berjalan penuh<sup><\/sup><\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Komitmen Layanan: Pembelajaran Tetap Berjalan Sesuai Standar Nasional<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meskipun kuota siswa di belasan sekolah dasar berada jauh di bawah standar pelayanan minimum nasional, Disdikpora Karangasem memastikan tidak akan ada penutupan kelas secara sepihak yang dapat merugikan siswa<sup><\/sup>. Kepala Bidang Pembinaan SD Disdikpora Karangasem I Made Adriana Putra menegaskan bahwa seluruh proses pembelajaran wajib diselenggarakan secara normal demi memenuhi hak konstitusional anak atas pendidikan dasar<sup><\/sup>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Adriana berkata bahwa keterbatasan jumlah teman sekelas tidak boleh mengurangi kualitas transfer ilmu dari guru kepada siswa<sup><\/sup>. Pihak dinas juga terus memantau pemenuhan sarana mengajar di sekolah-sekolah minim siswa agar kualitas instruksionalnya tetap setara dengan sekolah perkotaan yang padat murid<sup><\/sup>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\"Proses belajar-mengajarnya nanti juga akan dilaksanakan dengan normal. Karena pendidikan dasar wajib kita penuhi sesuai standar pembelajaran yang ada,\" kata Adriana<sup><\/sup>.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pro-Kontra Wacana Regrouping Sekolah Dasar di Karangasem<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menanggapi meluasnya fenomena sekolah sepi peminat di Karangasem, Ketua Komisi IV DPRD Karangasem I Wayan Sudira mendesak eksekutif untuk mengambil tindakan taktis berupa penggabungan sekolah (<em>regrouping<\/em>) dengan sekolah terdekat<sup><\/sup>. Sudira menilai pemeliharaan sekolah dengan jumlah murid yang sangat sedikit tidak efisien secara anggaran operasional dan berisiko memicu ketimpangan distribusi tenaga guru<sup><\/sup>. Legislator meminta Disdikpora mendata ulang sekolah-sekolah yang konsisten kekurangan murid selama bertahun-tahun agar penggabungan dapat segera dieksekusi<sup><\/sup>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, rencana penggabungan tersebut ditanggapi secara hati-hati oleh pihak Disdikpora Karangasem<sup><\/sup>. Adriana mengonfirmasi adanya wacana peleburan tersebut, namun menekankan perlunya kajian sosiologis dan geografis yang sangat matang<sup><\/sup>. Menurutnya, kondisi topografi Karangasem yang berbukit membuat jarak antar-sekolah seringkali sulit dijangkau jika harus dipaksakan bergabung<sup><\/sup>. Pemerintah daerah mengkhawatirkan kebijakan <em>regrouping<\/em> yang terburu-buru justru akan memicu naiknya angka putus sekolah karena kendala transportasi siswa menuju sekolah baru<sup><\/sup>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\"Memang ada gagasan untuk menggabungkan sekolah yang mendapat siswa sedikit, tapi hal tersebut harus dikaji dengan matang dulu,\" tegas Adriana<sup><\/sup>. Hingga pertengahan Juli 2026, belum ada instruksi ataupun regulasi formal dari Bupati Karangasem maupun kepala dinas terkait eksekusi peleburan sekolah dasar terdampak<sup><\/sup>.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Karangasem mencatat belasan sekolah dasar negeri mengalami penyusutan ekstrem jumlah siswa baru pada PPDB tahun ajaran 2026\/2027. Di tengah keterbatasan kuota murid, aktivitas pembelajaran dipastikan tetap berjalan normal sesuai standar nasional sembari mengkaji opsi penggabungan sekolah.<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":2493,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[368,347,59],"class_list":["post-2489","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-dikdasmen","tag-bangku-kosong","tag-mpls","tag-sd"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bicarainfo.com\/pendidikan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2489","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bicarainfo.com\/pendidikan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bicarainfo.com\/pendidikan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bicarainfo.com\/pendidikan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bicarainfo.com\/pendidikan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2489"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/bicarainfo.com\/pendidikan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2489\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bicarainfo.com\/pendidikan\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2493"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bicarainfo.com\/pendidikan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2489"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bicarainfo.com\/pendidikan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2489"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bicarainfo.com\/pendidikan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2489"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}