{"id":2558,"date":"2026-07-26T11:52:09","date_gmt":"2026-07-26T04:52:09","guid":{"rendered":"https:\/\/infopendidikan.bic.id\/?p=2558"},"modified":"2026-09-24T10:09:35","modified_gmt":"2026-09-24T03:09:35","slug":"hari-puisi-indonesia-26-juli-2026-legasi-chairil-anwar-adab-pelajar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bicarainfo.com\/pendidikan\/hari-puisi-indonesia-26-juli-2026-legasi-chairil-anwar-adab-pelajar\/","title":{"rendered":"Peringatan Hari Puisi Indonesia 26 Juli 2026: Sekolah Hidupkan Legasi Chairil Anwar untuk Penguatan Adab Pelajar"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Sorotan utama:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Entity Utama:<\/strong>\u00a0Hari Puisi Indonesia 26 Juli, Chairil Anwar, Pembentukan Adab Pelajar<br><strong>Fakta Kunci:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Tanggal Penetapan:<\/strong>\u00a026 Juli dipilih sebagai Hari Puisi Indonesia, hari lahir Chairil Anwar peletak tonggak utama tradisi puisi modern Indonesia. Dideklarasikan 22 November 2012 di Anjung Seni Idrus Tintin Pekanbaru oleh 40 penyair se-Indonesia<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Tim Perumus:<\/strong>\u00a0Tim Tujuh - Maman S Mahayana, Ahmadun YH, Agus Sarjono, Asrizal Nur, Jamal D Rahman, Rida K Liamsi, Kazzaini Ks. Konsep awal disiapkan Maman S Mahayana di Korsel<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Tokoh:<\/strong>\u00a0Chairil Anwar lahir Medan 26 Juli 1922, wafat 28 April 1949. Pelopor Angkatan 45, dijuluki Si Binatang Jalang dari puisi Aku. Produktif 96 karya dengan 70 puisi. Karya monumental Deru Campur Debu 1949 dan puisi Aku ditulis 1943 dimuat majalah Timur 1945<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Beda Dua Hari Puisi:<\/strong>\u00a0Hari Puisi Indonesia 26 Juli (hari lahir - perayaan legasi), Hari Puisi Nasional 28 April (hari wafat - peringatan kepergian)<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Relevansi 2026:<\/strong>\u00a0Usia 104 tahun Chairil Anwar, sekolah kaitkan dengan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dan Profil Pelajar Pancasila<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Implementasi Sekolah:<\/strong>\u00a0Pesta Sastra, pembacaan puisi, musikalisasi, visualisasi puisi, drama, puisi berantai, mendongeng SD, menjemur puisi ala Sigit Susanto Swiss, diskusi biografi sastrawan tiap Minggu, peluncuran antologi karya siswa<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kementerian <a href=\"\/tag\/dikdasmen\/\">Pendidikan Dasar dan Menengah<\/a> bersama komunitas sastra dan sekolah di Indonesia memperingati Hari Puisi Indonesia pada 26 Juli 2026 di seluruh satuan pendidikan, bertepatan dengan hari lahir penyair <a href=\"\/tag\/chairil-anwar\/\">Chairil Anwar<\/a> yang ke-104 tahun, untuk menanamkan apresiasi sastra dan memperkuat adab peserta didik melalui karya puisi modern.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Peringatan ini memiliki news value Prominence dan Impact yang kuat. Jika setiap tanggal 28 April Indonesia memperingati Hari Puisi Nasional untuk mengenang kepergian Chairil Anwar, penyair legendaris Indonesia yang dikenal sebagai pelopor Angkatan 45, maka 26 Juli dirayakan untuk merayakan kelahirannya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebanyak 32 penyair se-Indonesia berkumpul di Gedung Teater Tertutup Anjung Seni Idrus Tintin Pekanbaru pada 22 November 2012 untuk mendeklarasikan Hari Puisi Indonesia dalam helat Temu Penyair se-Indonesia yang diprakarsai Dewan Kesenian Riau dan Yayasan Sagang. Konsep dan pemilihan tanggal Hari Puisi Indonesia awalnya disiapkan oleh Maman S Mahayana di Korsel, kemudian dimatangkan oleh Agus Sarjono, Ahmadun YH, Asrizal Nur, dan Jamal D Rahman di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ahmadun Yosi Herfanda said, \"Sesuai hasil kesepakatan Tim Perumus, yang kami pilih sebagai Hari Puisi Indonesia adalah tanggal 26 Juli, yakni hari lahir penyair Chairil Anwar, peletak tonggak utama tradisi puisi modern Indonesia\".<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Chairil Anwar dinobatkan sebagai pelopor sastra Angkatan 45 hingga dijuluki sebagai Si Binatang Jalang. Begitu produktifnya saat itu, ia sudah menciptakan 96 karya, dimana 70 di antaranya adalah puisi. Kumpulan puisi Deru Campur Debu yang diterbitkan pada tahun 1949, adalah salah satu karyanya yang paling terkenal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Puisi \"Aku\", yang ditulis tahun 1943, dimuat di majalah Timur pada 1945, dianggap sebagai puisi yang sangat besar pengaruhnya pada Angkatan 45. Puisi tersebut menggambarkan alam individualistis dan vitalitasnya sebagai seorang penyair. Lahir di Medan pada 26 Juli 1922, Chairil Anwar merupakan salah satu pelopor Angkatan 45 sekaligus puisi modern Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Chairil Anwar merupakan pelopor puisi Angkatan 45. Melalui bentuk-bentuk karangan yang lebih bebas dari angkatan Pujangga Baru, sedangkan dalam isi, Angkatan 45 bercorak realistis. Jika Pujangga Baru masih terikat norma klasik, Chairil mematahkan itu dengan diksi liar, lugas, dan pemberontak. Kata \"Aku binatang jalang dalam sajak Aku\" diapresiasi sebagai dorongan kata hati rakyat Indonesia untuk bebas merdeka. Puisinya masih hidup di hati para penyair sampai sekarang gaungnya masih terasa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kritikus H.B. Jassin mencatat sajak-sajak Chairil menghembuskan semangat dan jiwa muda, bukan muda yang mentah, tapi muda yang segar, berani, terus bergerak, dan menghidupkan. Puisinya mewakili apa yang ada di hati angkatan muda.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di tengah tantangan literasi digital dan pendeknya rentang perhatian siswa, sekolah memaknai Hari Puisi sebagai laboratorium adab. Puisi bukan sekadar hafalan, melainkan latihan olah rasa, olah pikir, dan olah laku.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pertama, adab keberanian. Bait \"Biar peluru menembus kulitku, Aku tetap meradang menerjang\" menjadi bahan diskusi tentang integritas dan keberanian menyuarakan kebenaran. Kedua, adab ketekunan. Chairil menulis di tengah penjajahan, sakit TBC, dan keterbatasan, namun menghasilkan 96 karya sebelum wafat muda di usia 26 tahun. Ketiga, adab kebahasaan. Puisi melatih siswa memilih diksi dengan presisi, menghargai bahasa Indonesia sebagai warisan budaya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kegiatan rutinnya diskusi tiap hari Minggu membahas biografi sastrawan dan karya-karyanya menjadi model yang diadopsi banyak sekolah penggerak. Guru Bahasa Indonesia tidak hanya mengajar struktur puisi, tetapi mengajak siswa mengaitkan puisi dengan Profil Pelajar Pancasila: bernalar kritis, kreatif, dan berkebinekaan global.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Animo para siswa untuk menekuni bidang puisi dan drama ternyata sangat besar. Peringatan Hari Puisi Nasional diisi dengan pembacaan puisi dan pementasan drama sebagai aplikasi nyata mata kuliah Apresiasi Puisi dan Apresiasi Drama.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di jenjang SD, siswa ikut mendongeng dan visualisasi puisi. Di SMP, praktik musikalisasi puisi dan drama berjudul \"Ayahku Pulang\" serta pembacaan \"Karawang-Bekasi\" menjadi favorit. Di SMA, tradisi yang menarik adalah menjemur puisi. Hari Puisi Indonesia diperingati tiap tanggal 26 Juli. Kami memperingatinya dengan cara lain yaitu menjemur puisi. Kegiatan menjemur puisi terinspirasi oleh seorang sastrawan bernama Sigit Susanto yang tinggal di Swiss. Puisi-puisi siswa digantung di halaman sekolah agar dibaca warga sekolah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Puncak kegiatan biasanya adalah peluncuran antologi. Melalui acara ini sekolah memberi kesempatan kepada mahasiswa dan siswa untuk mengolah rasa dan menghasilkan karya luar biasa untuk dipentaskan. Buku antologi berisi karya puisi yang ditulis oleh siswa menjadi bukti nyata kontribusi mereka dalam dunia sastra.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan demikian, peringatan serupa yang diadakan di daerah-daerah diharapkan membuat puisi makin dicintai dan diapresiasi dengan baik oleh masyarakat, bukan hanya sebagai tugas sekolah, tetapi sebagai adab hidup.<\/p>\n\n\n\n<script type=\"application\/ld+json\">\n{\n  \"@context\": \"https:\/\/schema.org\",\n  \"@type\": \"FAQPage\",\n  \"mainEntity\": [\n    {\n      \"@type\": \"Question\",\n      \"name\": \"Kapan Hari Puisi Indonesia diperingati dan mengapa 26 Juli?\",\n      \"acceptedAnswer\": {\n        \"@type\": \"Answer\",\n        \"text\": \"Hari Puisi Indonesia diperingati setiap 26 Juli, bertepatan dengan hari lahir Chairil Anwar yang lahir di Medan pada 26 Juli 1922. Tanggal ini dipilih oleh Tim Tujuh Perumus pada 22 November 2012 di Pekanbaru karena Chairil Anwar dianggap sebagai peletak tonggak utama tradisi puisi modern Indonesia dan pelopor Angkatan 45.\"\n      }\n    },\n    {\n      \"@type\": \"Question\",\n      \"name\": \"Apa perbedaan Hari Puisi Indonesia dan Hari Puisi Nasional?\",\n      \"acceptedAnswer\": {\n        \"@type\": \"Answer\",\n        \"text\": \"Hari Puisi Indonesia 26 Juli merayakan hari lahir Chairil Anwar, fokus pada perayaan legasi dan karya. Sementara Hari Puisi Nasional 28 April mengenang hari wafat Chairil Anwar pada 1949. Keduanya saling melengkapi, satu merayakan kelahiran karya, satu mengenang kepergian tokoh.\"\n      }\n    },\n    {\n      \"@type\": \"Question\",\n      \"name\": \"Siapa Chairil Anwar dan apa karya terkenalnya?\",\n      \"acceptedAnswer\": {\n        \"@type\": \"Answer\",\n        \"text\": \"Chairil Anwar adalah pelopor puisi modern Angkatan 45 yang dijuluki Si Binatang Jalang dari puisinya Aku. Ia menciptakan 96 karya dengan 70 puisi dalam usia singkat 26 tahun. Karya terkenal meliputi puisi Aku yang ditulis 1943 dan dimuat 1945, serta kumpulan puisi Deru Campur Debu yang terbit 1949. Puisinya bercorak realistis dan bentuk bebas yang mematahkan tradisi Pujangga Baru.\"\n      }\n    },\n    {\n      \"@type\": \"Question\",\n      \"name\": \"Bagaimana sekolah memanfaatkan Hari Puisi untuk pembentukan adab pelajar?\",\n      \"acceptedAnswer\": {\n        \"@type\": \"Answer\",\n        \"text\": \"Sekolah memanfaatkan Hari Puisi sebagai laboratorium adab melalui Pesta Sastra, pembacaan puisi, musikalisasi, visualisasi puisi, drama, dan diskusi biografi sastrawan tiap Minggu. Nilai adab yang ditanamkan meliputi keberanian menyuarakan kebenaran dari puisi Aku, ketekunan berkarya, dan kehalusan berbahasa. Kegiatan ini dikaitkan dengan Profil Pelajar Pancasila: bernalar kritis, kreatif, dan berkebinekaan global.\"\n      }\n    },\n    {\n      \"@type\": \"Question\",\n      \"name\": \"Apa itu tradisi menjemur puisi di sekolah?\",\n      \"acceptedAnswer\": {\n        \"@type\": \"Answer\",\n        \"text\": \"Menjemur puisi adalah tradisi peringatan Hari Puisi Indonesia yang terinspirasi sastrawan Sigit Susanto di Swiss. Puisi-puisi karya siswa digantung dan dijemur di halaman sekolah agar dapat dibaca warga sekolah. Tradisi ini bertujuan menghidupkan puisi di ruang publik, bukan hanya di buku pelajaran, dan meningkatkan apresiasi sastra di kalangan pelajar.\"\n      }\n    }\n  ]\n}\n<\/script>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Peringatan Hari Puisi Indonesia yang jatuh tiap 26 Juli bertepatan dengan hari lahir Chairil Anwar memasuki tahun ke-104 pada 2026. Sekolah-sekolah di berbagai daerah memanfaatkan momentum ini tidak sekadar seremonial baca puisi, melainkan sebagai strategi pedagogis untuk membangun apresiasi sastra, pengembangan budaya, dan penguatan adab pelajar di tengah gempuran budaya digital.<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":2559,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[371,45],"class_list":["post-2558","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-dikdasmen","tag-chairil-anwar","tag-dikdasmen"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bicarainfo.com\/pendidikan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2558","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bicarainfo.com\/pendidikan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bicarainfo.com\/pendidikan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bicarainfo.com\/pendidikan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bicarainfo.com\/pendidikan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2558"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/bicarainfo.com\/pendidikan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2558\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bicarainfo.com\/pendidikan\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2559"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bicarainfo.com\/pendidikan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2558"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bicarainfo.com\/pendidikan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2558"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bicarainfo.com\/pendidikan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2558"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}