{"id":3167,"date":"2026-07-31T11:29:18","date_gmt":"2026-07-31T04:29:18","guid":{"rendered":"https:\/\/infopendidikan.bic.id\/?p=3167"},"modified":"2026-09-24T10:13:19","modified_gmt":"2026-09-24T03:13:19","slug":"tracer-study-smk-2026-kemendikdasmen-kebijakan-berbasis-data","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bicarainfo.com\/pendidikan\/tracer-study-smk-2026-kemendikdasmen-kebijakan-berbasis-data\/","title":{"rendered":"Tracer Study SMK 2026 Dimulai, Kemendikdasmen Petakan Lulusan untuk Kebijakan Vokasi Berbasis Data"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Sorotan utama:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Apa:<\/strong>\u00a0Tracer Study SMK 2026 dimulai untuk penelusuran tamatan SMK.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Siapa:<\/strong>\u00a0Digelar Direktorat SMK, Ditjen Dikmendiksus Kemendikdasmen, Dirjen Tatang Muttaqin, melibatkan Dinas Pendidikan, BBPPMPV, dan DUDI.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Kapan:<\/strong>\u00a0Peluncuran 30 Juli 2026, pengumpulan data 30 Juli - November 2026, publikasi hasil November 2026.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Mengapa:<\/strong>\u00a0Memperkuat evidence-based policy, evaluasi kurikulum, dan Rapor Pendidikan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Temua utama 2025:<\/strong>\u00a0Lulusan bidang bisnis dan manajemen penyumbang pengangguran tertinggi, keterserapan kerja naik jadi 48,9% di 2025 dari 43,7% di 2022-2023.<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (<a href=\"\/tag\/dikdasmen\/\">Kemendikdasmen<\/a>) resmi memulai Pelaksanaan Penelusuran Tamatan (Tracer Study) <a href=\"\/tag\/smk\/\">SMK<\/a> Tahun 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat kebijakan pendidikan vokasi berbasis data. Peluncuran digelar di Jakarta pada Kamis, 30 Juli 2026.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Program ini ditujukan untuk memetakan kondisi lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) sekaligus menjadi dasar penyusunan kebijakan yang lebih tepat sasaran dalam meningkatkan kualitas pendidikan vokasi di Indonesia.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Itu Tracer Study SMK 2026?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tracer Study SMK adalah studi pelacakan jejak lulusan\/alumni yang dilakukan kepada alumni dua tahun setelah lulus, sebagaimana diamanatkan dalam Perpres No. 68 Tahun 2022 tentang Revitalisasi Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi.&nbsp;<a><\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Peluncuran Tracer Study SMK 2026 diselenggarakan oleh Direktorat SMK, Ditjen Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Dikmendiksus). Kegiatan diikuti oleh Dinas Pendidikan Provinsi, Dinas Pendidikan Kabupaten\/Kota di Papua, BBPPMPV, SMK dari berbagai daerah, perwakilan dunia usaha dan dunia industri, serta pemangku kepentingan lainnya.&nbsp;<a><\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Platform Tracer Study memuat analisis data hasil tracer study dan laporan yang disajikan untuk tingkat satuan pendidikan (SMK), provinsi, dan nasional.&nbsp;<a><\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Tujuan Utama: Fondasi Evidence-Based Policy<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Tatang Muttaqin, said tracer study memiliki peran strategis dalam menghasilkan data lulusan yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.&nbsp;<a><\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\"Melalui Pelaksanaan Penelusuran Tamatan (Tracer Study) SMK Tahun 2026, mari kita memperkuat ekosistem penyusunan kebijakan berbasis data (evidence-based policy), sebagai bagian dari komitmen bersama untuk menghadirkan data yang akurat, berkualitas, dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai dasar penyusunan kebijakan pendidikan kejuruan,\" ujar Tatang.&nbsp;<a><\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut Kemendikdasmen, data yang terhimpun divalidasi, diolah, dan disajikan dalam dashboard platform Tracer Study pendidikan vokasi serta akan digunakan untuk menyusun berbagai kebijakan dan agenda prioritas pendidikan vokasi.&nbsp;<a><\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Secara spesifik, data digunakan untuk:<br>a. Bahan perumusan kebijakan di Kementerian, Dinas Pendidikan Provinsi dan satuan pendidikan vokasi<br>b. Data dukung Rapor Pendidikan&nbsp;<a><\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketua Tim Penyelarasan Vokasi, Sulistio Mukti Cahyono, said data tracer study memberikan gambaran outcome pendidikan vokasi, sehingga menjadi landasan strategis dalam meningkatkan kualitas SMK di masa depan.&nbsp;<a><\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Jadwal dan Mekanisme Pelaksanaan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tatang menjelaskan, tracer study telah menjadi agenda tahunan pemerintah untuk mengukur capaian indikator kinerja pendidikan vokasi. Pengumpulan data lulusan berlangsung mulai 30 Juli hingga November 2026, sedangkan hasil pemetaan akan dipublikasikan kepada masyarakat pada November mendatang.&nbsp;<a><\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\"Tahun lalu tracer study telah dilaksanakan dan tahun ini kembali dilakukan sebagai program tahunan untuk memastikan ketercapaian indikator kinerja SMK. Hasilnya akan kami sampaikan kepada publik pada November mendatang,\" katanya.&nbsp;<a><\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dari sisi partisipasi, tren menunjukkan peningkatan signifikan. Tingkat partisipasi sekolah dalam tracer study meningkat dari 66,68% pada 2022, menjadi 83,80% pada 2023, dan mencapai 95,88% pada 2024.&nbsp;<a><\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika SMK tidak mengisi tracer study, maka SMK tersebut tidak memperoleh Rapor Pendidikan karena tidak lengkapnya data kinerja outcome seperti kebekerjaan lulusan, keselarasan aktivitas lulusan dengan pembelajaran, besaran upah, dan waktu tunggu kerja.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Temuan Kritis 2025: Bisnis dan Manajemen Sumbang Pengangguran Terbesar<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam kesempatan yang sama, Tatang juga mengungkapkan hasil tracer study tahun 2025 menunjukkan bahwa lulusan kompetensi keahlian bidang bisnis dan manajemen masih menjadi kelompok dengan tingkat pengangguran tertinggi dibandingkan bidang keahlian lainnya.&nbsp;<a><\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut dia, tingginya jumlah lulusan pada bidang tersebut serta persaingan di pasar kerja menjadi tantangan yang perlu direspons melalui berbagai langkah perbaikan.&nbsp;<a><\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Data BPS terbaru memperkuat urgensi ini. Jumlah lulusan SMK yang menganggur pada 2026 mencapai 813.776 orang atau sekitar 11,24 persen dari total pengangguran terbuka nasional yang mencapai 7,24 juta jiwa.&nbsp;<a><\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di DKI Jakarta, tingkat pengangguran terbuka (TPT) lulusan SMK tercatat lebih tinggi, yaitu sebesar 8,15 persen, dibandingkan SMA umum 7,58 persen pada Februari 2026.&nbsp;<a><\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Tren Keterserapan Lulusan 2022-2025: Ada Perbaikan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berdasarkan hasil data tracer study SMK periode 2022\u20132025, Direktorat SMK mencatat adanya peningkatan positif pada tingkat keterserapan lulusan di dunia kerja.&nbsp;<a><\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\"Persentase lulusan yang bekerja menunjukkan tren meningkat dari 43,7 persen pada tahun 2022 dan 2023, menjadi 47,6 persen pada tahun 2024, serta mencapai 48,9 persen pada tahun 2025,\" kata Direktur SMK, Arie Wibowo Khurniawan.&nbsp;<a><\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara itu, persentase lulusan SMK yang belum bekerja mengalami penurunan secara signifikan, dari 7,7 persen pada tahun 2022 menjadi 3,5 persen pada tahun 2023.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Data kewirausahaan juga menarik:<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Berwirausaha 20,5% pada 2022, meningkat menjadi 21,3% pada 2023, dan 23,6% pada 2024, serta 20,4% pada 2025\u00a0<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\"Data tersebut mengindikasikan bahwa lulusan SMK tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja (job seeker), tetapi juga mampu menjadi pencipta lapangan kerja (job creator),\" Arie said.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"572\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/infopendidikan.bic.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/2026073102_infografis_tren_keterserapan_lulusan_smk_2022_2025-572x1024.webp\" alt=\"Infografis Tren Keterserapan Lulusan SMK 2022-2025\" class=\"wp-image-3172\" title=\"\"><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Evaluasi Kurikulum dan Strategi Kelas Industri<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menjawab tingginya pengangguran di bisnis dan manajemen, Kemendikdasmen menyiapkan dua strategi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pertama, penyempurnaan kurikulum. Salah satunya adalah penyempurnaan kurikulum agar tidak hanya menekankan penguasaan kompetensi teknis, tetapi juga membekali peserta didik dengan kemampuan berwirausaha.&nbsp;<a><\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\"Bidang bisnis dan manajemen tahun lalu menjadi penyumbang pengangguran terbesar. Karena itu kurikulum akan kami tingkatkan, tidak hanya membekali satu keahlian, tetapi juga pendidikan kewirausahaan agar lulusan lebih adaptif terhadap kebutuhan zaman,\" ujarnya.&nbsp;<a><\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kedua, penguatan link and match melalui kelas industri. Kemendikdasmen juga terus memperkuat keterkaitan antara pendidikan dan kebutuhan dunia kerja melalui pengembangan kelas industri bersama berbagai perusahaan.&nbsp;<a><\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Data 2023 telah membantu memetakan mobilitas lulusan di dunia kerja, memberikan gambaran yang lebih akurat untuk pengambilan kebijakan, dan data tracer study digunakan untuk menyusun rapor pendidikan serta mendukung pengembangan mutu oleh BBPPMPV.&nbsp;<a><\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui pelaksanaan Tracer Study SMK 2026, pemerintah berharap memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai kondisi lulusan di berbagai daerah. Data tersebut akan menjadi salah satu dasar evaluasi sekaligus penyusunan strategi pengembangan pendidikan vokasi yang lebih relevan dengan kebutuhan industri dan perkembangan dunia kerja.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Sumber: <\/strong><a href=\"https:\/\/tracervokasi.kemendikdasmen.go.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Direktorat SMK kemendikdasmen<\/a><\/p>\n\n\n\n<script type=\"application\/ld+json\">\n{\n  \"@context\": \"https:\/\/schema.org\",\n  \"@type\": \"FAQPage\",\n  \"mainEntity\": [\n    {\n      \"@type\": \"Question\",\n      \"name\": \"Kapan Tracer Study SMK 2026 dimulai?\",\n      \"acceptedAnswer\": {\n        \"@type\": \"Answer\",\n        \"text\": \"Tracer Study SMK 2026 resmi dimulai 30 Juli 2026 oleh Direktorat SMK Kemendikdasmen. Pengumpulan data berlangsung 30 Juli hingga November 2026 dan hasilnya akan dipublikasikan pada November 2026.\"\n      }\n    },\n    {\n      \"@type\": \"Question\",\n      \"name\": \"Apa tujuan Tracer Study SMK 2026?\",\n      \"acceptedAnswer\": {\n        \"@type\": \"Answer\",\n        \"text\": \"Tujuannya memetakan kondisi lulusan SMK untuk menjadi fondasi kebijakan pendidikan vokasi berbasis data (evidence-based policy), bahan evaluasi kurikulum, penyusunan Rapor Pendidikan, dan peningkatan mutu oleh BBPPMPV.\"\n      }\n    },\n    {\n      \"@type\": \"Question\",\n      \"name\": \"Apa hasil Tracer Study SMK 2025?\",\n      \"acceptedAnswer\": {\n        \"@type\": \"Answer\",\n        \"text\": \"Hasil 2025 menunjukkan lulusan kompetensi bisnis dan manajemen masih menjadi penyumbang pengangguran tertinggi. Keterserapan kerja lulusan SMK naik dari 43,7% (2022-2023) menjadi 48,9% (2025), sedangkan wirausaha stabil di 20,4%.\"\n      }\n    },\n    {\n      \"@type\": \"Question\",\n      \"name\": \"Bagaimana cara SMK mengikuti Tracer Study?\",\n      \"acceptedAnswer\": {\n        \"@type\": \"Answer\",\n        \"text\": \"SMK mengakses platform sistem informasi tracer study vokasi di laman resmi Kemendikdasmen, melakukan sosialisasi ke alumni 2 tahun setelah lulus, dan memantau pengisian kuesioner. Partisipasi sekolah mencapai 95,88% pada 2024.\"\n      }\n    },\n    {\n      \"@type\": \"Question\",\n      \"name\": \"Apa tindak lanjut Kemendikdasmen setelah Tracer Study?\",\n      \"acceptedAnswer\": {\n        \"@type\": \"Answer\",\n        \"text\": \"Kemendikdasmen akan menyempurnakan kurikulum dengan tambahan kewirausahaan agar lulusan adaptif, serta memperkuat kelas industri bersama DUDI untuk meningkatkan kesiapan kerja dan mengurangi pengangguran lulusan bisnis dan manajemen.\"\n      }\n    }\n  ]\n}\n<\/script>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kemendikdasmen resmi memulai Tracer Study SMK 2026 pada 30 Juli 2026 untuk memetakan kondisi lulusan. Data akan menjadi fondasi kebijakan vokasi berbasis data, setelah hasil 2025 menunjukkan lulusan bisnis dan manajemen masih menjadi penyumbang pengangguran terbesar.<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":3173,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[45,21],"class_list":["post-3167","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-dikdasmen","tag-dikdasmen","tag-smk"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bicarainfo.com\/pendidikan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3167","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bicarainfo.com\/pendidikan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bicarainfo.com\/pendidikan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bicarainfo.com\/pendidikan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bicarainfo.com\/pendidikan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3167"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/bicarainfo.com\/pendidikan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3167\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bicarainfo.com\/pendidikan\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3173"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bicarainfo.com\/pendidikan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3167"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bicarainfo.com\/pendidikan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3167"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bicarainfo.com\/pendidikan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3167"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}