{"id":3411,"date":"2026-09-07T11:29:47","date_gmt":"2026-09-07T04:29:47","guid":{"rendered":"https:\/\/infopendidikan.bic.id\/?p=3411"},"modified":"2026-09-07T11:29:54","modified_gmt":"2026-09-07T04:29:54","slug":"viral-cctv-21-detik-kepsek-guru-sd-pekalongan-dicopot","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bicarainfo.com\/pendidikan\/viral-cctv-21-detik-kepsek-guru-sd-pekalongan-dicopot\/","title":{"rendered":"Viral CCTV 21 Detik: Kepsek &amp; Guru SD Pekalongan Diduga Asusila \u2014 Kepsek Langsung Dicopot"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Sorotan utama:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Apa yang terjadi:<\/strong>\u00a0Video berdurasi 21 detik terekam CCTV di ruang sekolah SD di Desa Langkap, Kedungwuni, Pekalongan, diduga menampilkan tindakan asusila antara oknum kepsek dan guru.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Kapan viral:<\/strong>\u00a0Rekaman terjadi awal Agustus 2026, baru viral di media sosial Jumat, 4 September 2026 dan masih jadi sorotan hingga hari ini.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Fakta CCTV:<\/strong>\u00a0Kamera bukan aset resmi sekolah, melainkan dipasang mandiri oleh rekan kerja yang sudah lama curiga karena hubungan khusus keduanya sudah menjadi buah bibir di lingkungan sekolah.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Tindakan cepat Disdikbud:<\/strong>\u00a0Kepala Disdikbud Kabupaten Pekalongan Kholid membenarkan identitas keduanya. Kepsek langsung dicopot dan ditempatkan di kantor dinas, guru dipindah ke tempat yang jauh.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Status keduanya:<\/strong>\u00a0Kedua oknum diketahui sudah berkeluarga. Sanksi lanjutan masih menunggu disposisi Plt Bupati Pekalongan terkait kemungkinan penurunan pangkat atau sanksi disiplin berat.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Peringatan keamanan:<\/strong>\u00a0Waspada tautan palsu yang mengatasnamakan link video 21 detik. Banyak link phising dan malware beredar memanfaatkan rasa penasaran publik.<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan Kholid mencopot oknum kepala sekolah SD dan memutasi oknum guru ke lokasi jauh setelah rekaman CCTV 21 detik diduga asusila di ruang sekolah di Desa Langkap, Kecamatan Kedungwuni viral pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kronologi: CCTV Mandiri Bongkar Hubungan Lama yang Jadi Buah Bibir<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kasus ini tidak muncul tiba-tiba. Hubungan khusus antara oknum kepsek dan guru tersebut sudah lama menjadi perhatian guru dan karyawan di sekolah tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kepala Disdikbud Kabupaten Pekalongan Kholid said, pemasangan CCTV bukanlah prosedur standar keamanan biasa, melainkan inisiatif jalur belakang dari pihak sekolah untuk membuktikan dugaan tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kamera yang merekam peristiwa tidak pantas itu bukan aset resmi sekolah. CCTV tersebut dipasang secara mandiri oleh rekan kerja mereka yang telah lama mencurigai adanya hubungan khusus. Rekaman yang dihasilkan berdurasi 21 detik, kemudian keluar dari lingkup internal dan beredar luas di platform media sosial, meskipun belum jelas siapa aktor pertama yang menyebarkannya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Disdikbud sebenarnya telah menerima bukti rekaman tersebut sejak awal Agustus 2026 dan langsung melakukan penelusuran internal serta klarifikasi sebelum mengambil langkah kedinasan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kholid menjelaskan, kedua oknum tersebut diketahui sudah berumah tangga. Hal ini yang membuat kasus ini dinilai sebagai pelanggaran etika berat ganda, baik sebagai ASN maupun sebagai tenaga pendidik.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Tindakan Disiplin Cepat: Dicopot, Dikandangkan, Dimutasi Jauh<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Begitu kebenaran rekaman dipastikan, Disdikbud Pekalongan langsung eksekusi tanpa kompromi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kholid said, \u201cKeduanya memang kepala sekolah dan guru. Informasinya itu awal Agustus. Oknum kepala sekolah langsung kita copot dan \u2018kandangkan\u2019 di dinas. Untuk oknum gurunya sudah kita pindah ke tempat yang jauh. Begitu rekaman CCTV itu kita pastikan kebenarannya, kita langsung eksekusi. Oknum kepala sekolah langsung kita copot dan 'kandangkan' di dinas. Untuk oknum gurunya sudah kita pindah ke tempat yang jauh.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rincian sanksi awal yang telah dijatuhkan:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">1. Oknum Kepala Sekolah:&nbsp;Resmi dicopot dari jabatannya dan dinonaktifkan (non-job) di lingkungan Disdikbud Kabupaten Pekalongan. Untuk sementara ditempatkan di kantor dinas untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. Posisi kepemimpinan sekolah diisi oleh Pelaksana Tugas (Plt).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">2. Oknum Guru:&nbsp;Dijatuhi sanksi mutasi dan dipindahkan dari sekolah asal ke sekolah lain di lokasi yang berjauhan guna menjaga kondusivitas lingkungan belajar di sekolah asal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kepala Disdikbud menyatakan, penanganan administrasi kepegawaian dan tindakan tegas langsung diberlakukan terhadap kedua belah pihak pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Information Gain: Proses Hukum Disiplin Lanjutan Masih Berjalan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Disdikbud menyebut keputusan terkait sanksi lanjutan masih menunggu arahan pimpinan daerah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sanksi lanjutan tengah disiapkan namun masih menunggu rekomendasi dan disposisi resmi dari Plt Bupati Pekalongan Sukirman. Opsi yang dipertimbangkan adalah penurunan pangkat atau jabatan satu tingkat atau sanksi disiplin berat lainnya sesuai aturan kepegawaian ASN.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Publik kini menunggu bagaimana proses penanganan tersebut diselesaikan secara proporsional. Kasus ini juga memperpanjang catatan pelanggaran etika pendidik, di mana kepercayaan masyarakat terhadap lingkungan sekolah yang seharusnya menjadi tempat suci menimba ilmu menjadi tercoreng.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Waspada Link Palsu dan Tautan Phising Video 21 Detik<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Disdikbud dan pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak mencari, mengunduh, maupun menyebarluaskan rekaman tersebut. Penyebaran konten asusila dapat dijerat Undang-Undang ITE dan dapat merugikan korban maupun institusi pendidikan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tautan yang mengatasnamakan video tersebut berpotensi mengandung phising, malware, dan pencurian data pribadi. Warga diminta menyaring informasi dan tidak mudah terpengaruh isu yang belum terverifikasi.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Dorongan Sistem Integritas dan Pengawasan Internal di Satuan Pendidikan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kasus ini kembali mendorong wacana sistem integritas dan pengawasan internal di satuan pendidikan. Evaluasi terhadap jalur pengawasan menjadi penting karena mekanisme pengawasan tersebut memiliki karakter yang berbeda dari skema pengawasan biasa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Persoalan tersebut tidak cukup dilihat sebagai perkara individu, melainkan momentum untuk menguji kembali apakah desain pengawasan internal sekolah telah memiliki instrumen pencegahan penyimpangan yang memadai.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pihak sekolah diharapkan memperkuat sistem pelaporan, pemasangan CCTV resmi sesuai prosedur, dan pembinaan etika profesi guru secara berkala agar kejadian serupa tidak terulang.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Rekaman CCTV 21 detik diduga asusila yang melibatkan oknum kepala sekolah dan guru SD di Pekalongan viral pada Jumat, 4 September 2026. Disdikbud Kabupaten Pekalongan bergerak cepat, oknum kepsek langsung dicopot dan dikandangkan di dinas, sementara oknum guru dimutasi ke lokasi jauh.<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":3412,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[426,421],"tags":[429,35,100],"class_list":["post-3411","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ragam-tren","category-opini-edu-lifestyle","tag-asusila","tag-guru","tag-viral"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bicarainfo.com\/pendidikan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3411","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bicarainfo.com\/pendidikan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bicarainfo.com\/pendidikan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bicarainfo.com\/pendidikan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bicarainfo.com\/pendidikan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3411"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/bicarainfo.com\/pendidikan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3411\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bicarainfo.com\/pendidikan\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3412"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bicarainfo.com\/pendidikan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3411"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bicarainfo.com\/pendidikan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3411"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bicarainfo.com\/pendidikan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3411"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}