{"id":3861,"date":"2026-10-16T15:08:41","date_gmt":"2026-10-16T08:08:41","guid":{"rendered":"https:\/\/bicarainfo.com\/pendidikan\/?p=3861"},"modified":"2026-10-16T15:08:44","modified_gmt":"2026-10-16T08:08:44","slug":"tka-2026-pakai-irt-2pl-bukan-skor-mentah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bicarainfo.com\/pendidikan\/tka-2026-pakai-irt-2pl-bukan-skor-mentah\/","title":{"rendered":"TKA 2026 Pakai Sistem IRT 2PL, Bukan Skor Mentah: Soal Sulit Bobot Tinggi, Salah Tidak Dikurangi, Skor 200-800"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">BICARAINFO.COM - Sistem penilaian TKA 2026 mengadopsi rentang skor 200 hingga 800 dengan laporan dua angka di belakang koma, menggantikan skala nilai konvensional 0 sampai 100.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Metode penilaian modern ini diterapkan oleh Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik) guna menjamin keadilan bagi seluruh peserta ujian yang mengerjakan paket soal yang bervariasi. TKA menggunakan metode evaluasi Item Response Theory Two-Parameter Logistic Model (IRT 2PL). Metode ini dirancang untuk menghasilkan penilaian yang lebih adil, objektif, dan setara dalam asesmen berskala nasional.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Itu IRT 2PL yang Bikin Heboh di TikTok?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pemeringkatan atau ranking dalam Tryout TKA 2026 ini menggunakan sistem IRT (Item Response Theory). Pengumuman ranking akan dilakukan secara serentak setelah seluruh data siswa dari semua sekolah yang mengerjakan telah masuk ke sistem.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penilaian tryout menggunakan metode IRT untuk mata pelajaran wajib jenjang SMA. Sistem ini lebih objektif karena menilai berdasarkan tingkat kesulitan soal, bukan sekadar jumlah benar-salah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Alasan utama di balik penetapan skala 200\u2013800 ini berkaitan erat dengan metode sistem penilaian yang digunakan, yaitu Item Response Theory Two-parameter Logistic Model (IRT 2PL).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Metode IRT 2PL menilai setiap butir soal berdasarkan dua parameter utama: tingkat kesulitan dan daya beda soal. Beda dengan ujian dulu yang semua soal nilainya 5 poin, sekarang satu soal bisa bernilai 10, soal lain bisa 30, tergantung seberapa sulit soal itu bagi populasi nasional.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kenapa Skor 200-800 dan Bukan 0-100 Lagi?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perubahan tersebut menetapkan skor 800 sebagai nilai tertinggi yang dapat dilaporkan, dengan pembulatan dua angka di belakang koma.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika sebelumnya skor dilaporkan dalam rentang 0 sampai 100, kini hasil TKA menggunakan skala 200 hingga 800. Berdasarkan pedoman tersebut, hasil TKA jenjang SMA\/MA\/sederajat serta SMK\/MAK nantinya dilaporkan dengan rentang nilai 200 hingga 800. Nilai yang diperoleh peserta juga dicantumkan dengan pembulatan sampai dua angka di belakang koma.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sistem penilaian Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 memiliki perbedaan antara jenjang pendidikan dasar dan menengah. Untuk jenjang SD dan SMP, hasil TKA menggunakan rentang nilai 0 sampai 100, sedangkan pada jenjang SMA dan SMK rentang skor yang digunakan adalah 200 hingga 800.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Metode penghitungan hasil TKA menggunakan pendekatan psikometrik berbasis Item Response Theory (IRT), yang memperhitungkan karakteristik dan tingkat kesulitan setiap soal, bukan sekadar persentase jawaban benar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ini sesuai Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 56 Tahun 2026 tentang Pedoman Penyelenggaraan TKA.<\/p>\n\n\n<div class=\"bic-baca-juga\"><strong>Baca juga:<\/strong> <a href=\"https:\/\/bicarainfo.com\/pendidikan\/panduan-mata-pelajaran-tka-2026-sma-smk-ma\/\">Panduan Terlengkap Mata Pelajaran TKA 2026 SMA, MA, &amp; SMK: Rincian Mapel Wajib, Pilihan, dan Tips Pilih Jurusan<\/a><\/div>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Strategi Baru: Benar 15 Soal Bisa Beda Skor<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ini yang paling banyak dibahas guru di YouTube.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salah satu hal penting yang perlu dipahami peserta TKA adalah jumlah jawaban benar yang sama tidak selalu menghasilkan skor akhir yang sama. Sebagai contoh, siswa A dan siswa B sama-sama menjawab benar 15 soal. Namun, keduanya bisa memperoleh estimasi kemampuan yang berbeda karena karakteristik soal yang berhasil dijawab juga diperhitungkan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Siswa A, misalnya, menjawab benar 15 soal yang didominasi butir dengan tingkat kesulitan tinggi. Hasil tersebut dapat menjadi indikasi bahwa siswa A memiliki kemampuan lebih tinggi dari siswa B yang benar 15 soal tapi kebanyakan soal mudah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jujur aja, ini mengubah strategi belajar total. Dulu strateginya: kerjain yang mudah dulu, yang sulit belakangan. Sekarang: kalau kamu yakin bisa jawab soal sulit, jangan di-skip. Karena satu soal sulit yang benar bisa setara 2-3 soal mudah.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Salah Tidak Dikurangi, Tapi Jangan Asal Tebak<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Banyak siswa tanya: \"Kalau salah tidak mengurangi, berarti tebak semua aja?\"<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jawabannya: IRT TKA, jawaban salah tidak dikurangi (skor -0), namun menjawab salah pada soal yang dianggap mudah oleh sistem bisa menurunkan skor Anda secara signifikan karena dianggap tidak kompeten.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Artinya, sistem IRT itu pintar. Dia tahu kamu seharusnya bisa jawab soal mudah itu. Kalau kamu salah di soal yang 90% siswa nasional bisa jawab, sistem akan menganggap kemampuanmu rendah, dan skor estimasimu turun.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jadi strategi viral yang benar di TikTok edukonten itu:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jawab semua soal. Karena salah tidak minus, kosongin itu rugi.<br>Jangan panik kalau ketemu soal super sulit. Kalau salah, gak minus. Tapi kalau benar, boost-nya gede.<br>Waspada soal mudah. Jangan ceroboh di soal mudah. Salah di soal mudah itu penalti psikometriknya lebih besar dari salah di soal sulit.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Jadwal Resmi TKA 2026 yang Harus Dicatat Kelas 12<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menjelang ujian yang dijadwalkan mulai akhir Oktober mendatang, calon peserta perlu memahami sistem penilaian yang digunakan agar dapat menyusun strategi belajar dengan lebih tepat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berikut linimasa resmi berdasarkan pedoman Kemendikdasmen:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Simulasi:<\/strong> 21-27 September 2026<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Gladi Bersih:<\/strong> 5-18 Oktober 2026 (Gelombang I 5-11 Okt, Gelombang II 12-18 Okt)<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Pelaksanaan Utama:<\/strong> 26 Oktober s.d. 8 November 2026<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Rincian Gelombang:<\/strong> Ujian Gelombang I dijadwalkan pada 26 Oktober hingga 1 November 2026, sedangkan Ujian Gelombang II berlangsung pada 2\u20138 November 2026<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Susulan:<\/strong> 16-29 November 2026<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Pengumuman Hasil:<\/strong> 23 Desember 2026<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jadwal TKA SMA SMK sederajat 2026 mencakup pendaftaran pada 27 Juli hingga 27 September, simulasi 21 hingga 27 September, gladi bersih 5 hingga 18 Oktober, pelaksanaan utama 26 Oktober hingga 8 November, serta pengumuman hasil 23 Desember 2026.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kemendikdasmen resmi pakai Item Response Theory (IRT) Two-Parameter Logistic Model (IRT 2PL) untuk penilaian TKA SMA\/SMK 2026. Artinya bukan jumlah benar-salah, tapi bobot soal berdasarkan tingkat kesulitan. Soal sangat sulit benar, skor jauh lebih tinggi. Salah tidak mengurangi nilai. Aturan baru ini viral di TikTok edukonten jelang ujian utama 26 Oktober 2026.<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":3590,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[140,413],"tags":[18,19],"class_list":["post-3861","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kurikulum","category-asesmen-ujian","tag-sma","tag-tka"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bicarainfo.com\/pendidikan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3861","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bicarainfo.com\/pendidikan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bicarainfo.com\/pendidikan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bicarainfo.com\/pendidikan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bicarainfo.com\/pendidikan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3861"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/bicarainfo.com\/pendidikan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3861\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3862,"href":"https:\/\/bicarainfo.com\/pendidikan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3861\/revisions\/3862"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bicarainfo.com\/pendidikan\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3590"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bicarainfo.com\/pendidikan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3861"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bicarainfo.com\/pendidikan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3861"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bicarainfo.com\/pendidikan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3861"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}