{"id":733,"date":"2025-12-31T10:07:03","date_gmt":"2025-12-31T03:07:03","guid":{"rendered":"https:\/\/infopendidikan.bic.id\/?p=733"},"modified":"2026-09-24T11:49:00","modified_gmt":"2026-09-24T04:49:00","slug":"hasil-tka-2025-jadwal-tka-2026","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bicarainfo.com\/pendidikan\/hasil-tka-2025-jadwal-tka-2026\/","title":{"rendered":"Hasil TKA 2025 Keluar, Kemendikdasmen Tetapkan Jadwal TKA SD-SMP April 2026"},"content":{"rendered":"<nav aria-label=\"breadcrumbs\" class=\"rank-math-breadcrumb\"><p><span class=\"last\">Home<\/span><\/p><\/nav>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Jakarta, INFOPENDIDIKAN.BIC.ID<\/strong> \u2013 Menutup tahun 2025, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (<a href=\"\/tag\/dikdasmen\/\">Kemendikdasmen<\/a>) mengambil langkah strategis ganda dalam ekosistem evaluasi pendidikan nasional. Secara simultan, kementerian mengumumkan hasil Tes Kemampuan Akademik (<a href=\"\/tag\/tka\/\">TKA<\/a>) jenjang menengah tahun 2025 sekaligus merilis peta jalan jadwal pelaksanaan TKA untuk jenjang SD dan SMP di tahun 2026. Langkah ini menegaskan transformasi asesmen nasional yang kini lebih terintegrasi dan transparan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Menuju Distribusi Sertifikat<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penantian panjang bagi siswa jenjang SMA, SMK, MA, dan Paket C akhirnya terjawab. Kemendikdasmen secara resmi telah merilis hasil TKA 2025 pada Selasa, 23 Desember lalu. Pengumuman ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan pembukaan data krusial yang menggunakan metode pengukuran modern&nbsp;<em>Item Response Theory<\/em>&nbsp;(IRT) untuk menjamin objektivitas dan validitas kompetensi siswa di seluruh Indonesia.<sup><\/sup>&nbsp;&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Mekanisme Distribusi dan Verifikasi Data<\/strong>&nbsp;Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, proses distribusi hasil tahun ini dirancang dengan mekanisme verifikasi berjenjang yang ketat. Langkah ini diambil untuk meminimalisir anomali data yang sering terjadi di masa lampau. Alur distribusi bergerak dari pusat data nasional ke Dinas Pendidikan Provinsi dan Kantor Wilayah Kemenag, sebelum diteruskan ke satuan pendidikan dalam bentuk dokumen digital&nbsp;<em>Daftar Kolektif Hasil TKA<\/em>&nbsp;(DKHTKA).<sup><\/sup>&nbsp;&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Satuan pendidikan telah diberikan akses untuk mengunduh dan memverifikasi DKHTKA melalui laman&nbsp;<code>tka.kemendikdasmen.go.id<\/code>&nbsp;sejak tanggal pengumuman. Periode verifikasi ini sangat krusial karena skor TKA menjadi salah satu variabel validator penting dalam perhitungan siswa&nbsp;<em>eligible<\/em>&nbsp;untuk Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026.<sup><\/sup>&nbsp;Setelah proses verifikasi tuntas, Sertifikat Hasil TKA (SHTKA) fisik dijadwalkan baru akan didistribusikan oleh satuan pendidikan kepada murid mulai&nbsp;<strong>5 Januari 2026<\/strong>.<sup><\/sup>&nbsp;&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Refleksi \"Rapor Merah\": Skor Literasi dan Numerasi<\/strong>&nbsp;Di balik transparansi jadwal distribusi, hasil TKA 2025 menyajikan realitas yang menantang bagi dunia pendidikan nasional. Berdasarkan data agregat nasional, rata-rata capaian siswa menunjukkan tren yang memprihatinkan, atau yang oleh sebagian pengamat disebut sebagai \"rapor merah\".<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Secara spesifik, skor rata-rata nasional untuk mata pelajaran&nbsp;<strong>Bahasa Indonesia<\/strong>&nbsp;tercatat di angka&nbsp;<strong>55,38<\/strong>. Kondisi lebih mengkhawatirkan terlihat pada kemampuan numerasi dan bahasa asing, di mana skor rata-rata&nbsp;<strong>Matematika<\/strong>&nbsp;hanya mencapai&nbsp;<strong>36,10<\/strong>, dan&nbsp;<strong>Bahasa Inggris<\/strong>&nbsp;terpuruk di angka&nbsp;<strong>24,93<\/strong>.<sup><\/sup>&nbsp;Angka-angka ini bukan sekadar statistik, melainkan cermin yang memantulkan kondisi riil ketimpangan kualitas pembelajaran pasca-pandemi. Kepala Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik), Rahmawati, menyoroti bahwa hasil ini harus menjadi bahan evaluasi menyeluruh bagi guru dan pemangku kebijakan untuk memetakan intervensi yang tepat di tahun ajaran mendatang, alih-alih sekadar mengejar target kurikulum.<sup><\/sup>&nbsp;&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Akses Publik<\/strong>&nbsp;Untuk menjamin akuntabilitas, pemerintah juga telah membuka akses data agregat bagi masyarakat luas. Sejak 26 Desember 2025, publik dapat mengakses laman&nbsp;<code>tka.kemendikdasmen.go.id\/hasiltka<\/code>&nbsp;untuk memantau peta kualitas pendidikan di daerahnya masing-masing tanpa melanggar privasi data individu siswa.<sup><\/sup><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Jadwal Padat Mulai Januari<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menyongsong tahun ajaran baru, Kemendikdasmen telah merilis kalender akademik yang ketat untuk pelaksanaan TKA jenjang pendidikan dasar (SD\/MI) dan menengah pertama (SMP\/MTs). Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, jadwal tahun ini disusun lebih sistematis dengan membagi tahapan ke dalam tiga fase krusial: persiapan teknis, pelaksanaan utama, dan pengolahan data.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>1. Fase Persiapan: Registrasi dan Simulasi (Januari - Maret)<\/strong>&nbsp;Tahap krusial dimulai pada&nbsp;<strong>19 Januari hingga 28 Februari 2026<\/strong>, di mana satuan pendidikan diwajibkan melakukan pendaftaran peserta. Proses ini menuntut akurasi data di Dapodik untuk menghindari kesalahan identitas peserta.<sup><\/sup>&nbsp;&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah pendaftaran, Kemendikdasmen mewajibkan pelaksanaan&nbsp;<strong>Simulasi dan Gladi Bersih<\/strong>. Langkah ini bukan sekadar formalitas, melainkan&nbsp;<em>stress test<\/em>&nbsp;untuk menguji kesiapan infrastruktur&nbsp;<em>Computer Based Test<\/em>&nbsp;(CBT) di sekolah serta adaptasi siswa terhadap antarmuka ujian, guna meminimalisir kendala teknis pada hari H.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Simulasi SMP\/MTs:<\/strong>\u00a023 Februari \u2013 1 Maret 2026.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Simulasi SD\/MI:<\/strong>\u00a02 \u2013 8 Maret 2026.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Gladi Bersih (Serentak):<\/strong>\u00a09 \u2013 17 Maret 2026.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>2. Fase Pelaksanaan Utama dan Susulan (April - Mei)<\/strong>&nbsp;Pelaksanaan utama TKA 2026 dijadwalkan pada bulan April. Pemilihan waktu ini dilakukan dengan pertimbangan matang agar tidak tumpang tindih dengan masa libur awal puasa dan Hari Raya Idul Fitri, sehingga siswa dapat fokus sepenuhnya.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Jenjang SMP\/MTs:<\/strong>\u00a06 \u2013 16 April 2026.\u00a0\u00a0\u00a0<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Jenjang SD\/MI:<\/strong>\u00a020 \u2013 30 April 2026.\u00a0\u00a0\u00a0<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pemerintah juga menerapkan prinsip inklusivitas dengan menyediakan&nbsp;<strong>Jadwal Susulan<\/strong>&nbsp;pada&nbsp;<strong>11 \u2013 17 Mei 2026<\/strong>.<sup><\/sup>&nbsp;Periode ini dikhususkan secara ketat bagi siswa yang berhalangan hadir pada jadwal utama karena alasan sakit atau kendala&nbsp;<em>force majeure<\/em>&nbsp;lainnya, memastikan tidak ada siswa yang kehilangan hak evaluasinya.&nbsp;&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>3. Fase Finalisasi: Pengolahan hingga Pengumuman<\/strong>&nbsp;Pasca ujian, proses pengolahan hasil menggunakan metode IRT akan berlangsung singkat pada&nbsp;<strong>18 \u2013 23 Mei 2026<\/strong>. Puncaknya,&nbsp;<strong>Pengumuman Hasil<\/strong>&nbsp;secara nasional dijadwalkan pada&nbsp;<strong>24 Mei 2026<\/strong>.<sup><\/sup>&nbsp;Jadwal yang padat ini dirancang agar hasil TKA dapat segera diterima sekolah dan digunakan sebagai bahan evaluasi Rapor Pendidikan sebelum tahun ajaran baru dimulai.&nbsp;&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Integrasi Strategis dengan Asesmen Nasional<\/strong>&nbsp;Satu hal yang membedakan TKA 2026 adalah integrasinya yang lebih erat dengan Asesmen Nasional (AN). Penyatuan jadwal dan logistik ini bertujuan untuk efisiensi anggaran negara serta mengurangi beban administratif sekolah. Dengan demikian, potret kualitas pendidikan\u2014yang mencakup aspek kognitif dari TKA dan aspek non-kognitif (karakter &amp; lingkungan belajar) dari AN\u2014dapat diperoleh secara simultan dan komprehensif.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Paradigma Baru Evaluasi: Diagnostik, Bukan Penghakiman<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pemerintah terus menekankan narasi bahwa TKA 2026 bukanlah reinkarnasi dari Ujian Nasional (UN) yang menentukan \"hidup-mati\" kelulusan siswa. TKA diposisikan sebagai instrumen diagnostik yang objektif.<sup><\/sup><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tujuannya adalah untuk mendapatkan potret utuh kualitas kognitif siswa yang akan disandingkan dengan data karakter dan lingkungan belajar dari Asesmen Nasional. Data ini nantinya akan menjadi basis bagi sekolah dalam menyusun rapor pendidikan dan perencanaan berbasis data (PBD) untuk tahun ajaran berikutnya. Dengan demikian, \"bimbel-isasi\" atau <em>drilling<\/em> soal yang berlebihan diharapkan dapat berkurang, digantikan dengan fokus pada perbaikan proses pembelajaran di kelas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, tantangan tetap ada. Data evaluasi 2025 yang menunjukkan penurunan skor di beberapa mata pelajaran menjadi \"lampu kuning\" bagi implementasi kurikulum di tahun 2026.<sup><\/sup> Jadwal yang telah tersusun rapi ini akan menjadi ujian bagi konsistensi pemerintah dalam mengejar pemulihan pembelajaran (<em>learning recovery<\/em>) yang belum tuntas.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Simak hasil TKA 2025 terbaru dan jadwal distribusi sertifikat mulai Januari 2026. Kemendikdasmen juga merilis jadwal resmi TKA SD-SMP 2026 yang digelar April. Cek detailnya di sini.<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":734,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[413,140],"tags":[45,59,18,65,19],"class_list":["post-733","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-asesmen-ujian","category-kurikulum","tag-dikdasmen","tag-sd","tag-sma","tag-smp","tag-tka"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bicarainfo.com\/pendidikan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/733","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bicarainfo.com\/pendidikan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bicarainfo.com\/pendidikan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bicarainfo.com\/pendidikan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bicarainfo.com\/pendidikan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=733"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/bicarainfo.com\/pendidikan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/733\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bicarainfo.com\/pendidikan\/wp-json\/wp\/v2\/media\/734"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bicarainfo.com\/pendidikan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=733"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bicarainfo.com\/pendidikan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=733"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bicarainfo.com\/pendidikan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=733"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}