{"id":784,"date":"2026-01-06T15:11:08","date_gmt":"2026-01-06T08:11:08","guid":{"rendered":"https:\/\/infopendidikan.bic.id\/?p=784"},"modified":"2026-09-24T12:52:11","modified_gmt":"2026-09-24T05:52:11","slug":"program-mbg-aktif-kembali-8-januari","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bicarainfo.com\/pendidikan\/program-mbg-aktif-kembali-8-januari\/","title":{"rendered":"Program MBG Aktif Kembali 8 Januari"},"content":{"rendered":"<nav aria-label=\"breadcrumbs\" class=\"rank-math-breadcrumb\"><p><span class=\"last\">Home<\/span><\/p><\/nav>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>JAKARTA, INFOPENDIDIKAN.BIC.ID<\/strong>\u00a0\u2013 Setelah jeda libur semester ganjil, dapur-dapur umum di seluruh penjuru Indonesia kembali mengepulkan asap. Badan Gizi Nasional (BGN) secara resmi mengumumkan bahwa Program <a href=\"\/tag\/mbg\/\">MBG<\/a> akan beroperasi penuh secara serentak mulai Kamis,\u00a0<strong>8 Januari 2026<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Reaktivasi program ini bukan sekadar rutinitas awal tahun, melainkan sebuah lompatan logistik masif. Pemerintah menargetkan layanan ini menjangkau&nbsp;<strong>55,1 juta penerima manfaat<\/strong>, meliputi siswa dari jenjang PAUD hingga SMA\/SMK, serta santri di pesantren.<sup><\/sup>&nbsp;&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Transformasi Infrastruktur: Dari 190 ke 19.188 Dapur<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menyebut tahun 2025 sebagai fase \"peletakan batu pertama\" yang krusial. Dalam kurun waktu satu tahun, infrastruktur program ini tumbuh secara eksponensial, mengubah lanskap logistik pangan nasional dari skala uji coba menjadi operasi raksasa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\"Tahun 2025 kami gunakan untuk membangun fondasi yang kuat. Dari hanya 190 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di awal tahun, kini kita memiliki&nbsp;<strong>19.188 SPPG<\/strong>&nbsp;yang siap beroperasi. Ini menunjukkan kerja masif dan terukur,\" ujar Dadan di Jakarta.<sup><\/sup>&nbsp;&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ekspansi ini tidak sekadar mengejar kuantitas, tetapi juga pemerataan. Pembangunan SPPG diprioritaskan menyebar hingga ke pelosok, termasuk target khusus pengoperasian&nbsp;<strong>2.500 unit dapur di wilayah Papua<\/strong>&nbsp;pada pertengahan 2026 untuk menanggulangi kerawanan gizi akut di Indonesia Timur.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Secara operasional, BGN menetapkan standar fisik yang ketat. Berdasarkan dokumen standardisasi SPPG, setiap unit dapur wajib memisahkan alur barang kotor dan bersih serta mengantongi&nbsp;<strong>Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS)<\/strong>&nbsp;sebelum beroperasi. Langkah ini diambil untuk meminimalisir risiko kontaminasi makanan yang bisa berakibat fatal bagi siswa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain infrastruktur fisik, BGN juga mengebut&nbsp;<strong>digitalisasi sistem pengawasan<\/strong>. Ke depan, setiap SPPG wajib menggunakan sistem absensi digital penerima manfaat. Data kehadiran siswa dan distribusi porsi makan akan dicatat secara&nbsp;<em>real-time<\/em>&nbsp;dalam sistem terpusat untuk menutup celah kebocoran anggaran yang sering menghantui program bantuan sosial.<sup><\/sup>&nbsp;&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dari sisi pembiayaan infrastruktur, BGN menerapkan model kolaborasi strategis. Pembangunan fisik ribuan dapur ini banyak melibatkan investasi masyarakat, koperasi, dan pihak ketiga dengan estimasi nilai investasi aset mencapai puluhan triliun rupiah, sehingga tidak membebani APBN secara langsung di awal.<sup><\/sup>&nbsp;&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setiap SPPG tidak hanya berfungsi sebagai dapur, tetapi sebagai hub logistik yang strategis.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center wp-block-paragraph\"><strong>Model Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 2026<\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"535\" src=\"https:\/\/infopendidikan.bic.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/model-operasional-sppg-2026-w1600-1024x535.webp\" alt=\"\" class=\"wp-image-785\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/infopendidikan.bic.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/model-operasional-sppg-2026-w1600-980x512.webp 980w, https:\/\/infopendidikan.bic.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/model-operasional-sppg-2026-w1600-480x251.webp 480w\" sizes=\"(min-width: 0px) and (max-width: 480px) 480px, (min-width: 481px) and (max-width: 980px) 980px, (min-width: 981px) 1024px, 100vw\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Setiap SPPG melayani klaster sekolah dalam radius 2 km. Proses mencakup pelibatan tenaga kerja lokal, pemeriksaangizi oleh Dinkes\/Polri, dan distribusi harian.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Mengutamakan Petani dan Koperasi Lokal<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Fokus utama Program MBG di tahun 2026 bergeser drastis dari sekadar \"memberi makan\" menjadi \"membangun kedaulatan pangan desa\". Pemerintah melalui&nbsp;<strong>Peraturan Presiden (Perpres) tentang Tata Kelola MBG<\/strong>&nbsp;kini mewajibkan pasokan bahan baku berasal dari entitas ekonomi kerakyatan, bukan konglomerasi pangan besar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>1. BUMDes dan Koperasi Sebagai Agregator (Off-taker)<\/strong>&nbsp;Menyadari bahwa petani individu sulit memenuhi kuantitas dan kontinuitas pasokan harian untuk ribuan porsi, pemerintah menetapkan Koperasi dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai agregator. Petani sayur, peternak ayam, dan penghasil susu di desa tidak perlu pusing mencari pasar; mereka cukup menyetor hasil panen ke BUMDes\/Koperasi setempat. BUMDes inilah yang kemudian melakukan&nbsp;<em>quality control<\/em>&nbsp;(QC) dan menyuplainya ke dapur SPPG.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>2. Inovasi Finansial: Sistem Pembayaran di Muka (Cash in Advance)<\/strong>&nbsp;Salah satu terobosan terbesar di tahun 2026 adalah perubahan skema pembayaran. Belajar dari kendala tahun lalu di mana banyak vendor UMKM \"megap-megap\" karena sistem&nbsp;<em>reimbursement<\/em>&nbsp;(talangan), Kepala BGN Dadan Hindayana merombak total mekanisme tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mulai tahun ini, BGN menerapkan sistem pembayaran di muka. Dana operasional untuk belanja bahan baku selama&nbsp;<strong>10 hari ke depan<\/strong>&nbsp;akan ditransfer terlebih dahulu ke&nbsp;<em>Virtual Account<\/em>&nbsp;(VA) SPPG.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\"Tidak ada lagi cerita dapur berhenti karena tidak punya modal belanja. Uang negara harus memutar ekonomi rakyat secara&nbsp;<em>real-time<\/em>, bukan membuat rakyat berutang dulu,\" tegas Dadan. Kebijakan ini dinilai sebagai \"dewa penolong\" bagi arus kas (<em>cash flow<\/em>) koperasi dan petani lokal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>3. Digitalisasi Rantai Pasok<\/strong>&nbsp;Untuk mencegah masuknya bahan pangan impor yang \"ganti kulit\" menjadi lokal, BGN menyiapkan sistem pengawasan digital. Aplikasi ini akan melacak asal-usul bahan baku dari tingkat petani hingga masuk ke dapur, memastikan bahwa triliunan rupiah anggaran negara benar-benar dinikmati oleh produsen pangan dalam negeri.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Operasi Senyap di Sigi<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk memahami betapa masif dan disiplinnya operasi ini di lapangan, kita bisa menilik implementasi di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Di bawah komando Polres Sigi, pendirian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Maku dilakukan dengan kecepatan dan presisi layaknya operasi militer.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Disiplin Waktu dan Radius 2 Kilometer<\/strong>&nbsp;Kapolres Sigi, AKBP Kari Amsah Ritonga, menerapkan standar logistik yang sangat ketat untuk melayani 2.500 siswa di 25 sekolah. Dapur SPPG di Desa Maku beroperasi dengan presisi tinggi: proses memasak dimulai dini hari, dan distribusi makanan (food dropping) ke sekolah-sekolah wajib dilakukan pada rentang waktu&nbsp;<strong>pukul 06.00 hingga 06.30 WITA<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jendela waktu yang sempit ini ditetapkan bukan tanpa alasan. BGN mensyaratkan makanan harus disantap siswa dalam kondisi hangat dan segar. Oleh karena itu, radius layanan SPPG dibatasi maksimal&nbsp;<strong>2 kilometer<\/strong>&nbsp;atau setara dengan waktu tempuh distribusi maksimal 30 menit. Tidak ada toleransi untuk keterlambatan yang berisiko menurunkan kualitas makanan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Pengamanan Berlapis Kualitas Pangan<\/strong>&nbsp;Yang membedakan SPPG Sigi dengan katering konvensional adalah pelibatan unsur keamanan negara dalam penjaminan mutu. Sebelum satu kotak makanan pun keluar dari dapur, tim gabungan dari Dinas Kesehatan dan&nbsp;<strong>Dokter Kesehatan (Dokkes) Polda Sulteng<\/strong>&nbsp;melakukan pemeriksaan sampel secara acak namun rutin. Prosedur ini mirip dengan protokol pengamanan makanan VVIP, memastikan tidak ada celah kontaminasi bakteri atau racun yang bisa membahayakan ribuan siswa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Ekosistem yang Tumbuh<\/strong>&nbsp;Keberadaan SPPG di Desa Maku hanyalah satu dari tujuh unit serupa yang kini beroperasi di Kabupaten Sigi, tersebar di wilayah Dolo, Sigi Biromaru, hingga Marawola. Operasional dapur-dapur ini sepenuhnya menyerap tenaga kerja lokal, mengubah ibu-ibu desa yang sebelumnya menganggur menjadi juru masak profesional bersertifikat, menciptakan perputaran ekonomi baru di wilayah yang pernah luluh lantak akibat gempa tersebut.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Pajak yang Kembali ke Piring Siswa<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Program raksasa ini didanai langsung oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 dengan nilai yang fantastis. Berdasarkan data Kementerian Keuangan, alokasi untuk Program MBG tahun ini mencapai ratusan triliun rupiah, di mana sebagian besar porsinya, yakni sekitar&nbsp;<strong>Rp 223 triliun<\/strong>, diambil secara spesifik dari pos Anggaran Pendidikan.<sup><\/sup>&nbsp;&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penggunaan dana pendidikan yang masif ini menuntut akuntabilitas tingkat tinggi. Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyadari bahwa setiap rupiah yang keluar adalah sorotan publik. Oleh karena itu, BGN menerapkan sistem&nbsp;<strong>\"Satu Data, Satu Piring\"<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\"Kami membangun sistem digital di mana setiap porsi makanan yang diserahkan ke siswa harus terverifikasi secara&nbsp;<em>real-time<\/em>. Tidak ada ruang untuk data siswa fiktif atau&nbsp;<em>mark-up<\/em>&nbsp;jumlah porsi. Jika di data sekolah ada 100 anak yang hadir, maka pembayaran ke SPPG hanya untuk 100 porsi, tidak bisa lebih,\" tegas Dadan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain itu, skema pendanaan ini dirancang sebagai bentuk&nbsp;<strong>redistribusi pajak<\/strong>. Uang pajak yang dibayarkan masyarakat dikelola pusat, lalu dikucurkan langsung ke desa-desa melalui pembelian bahan pangan di SPPG. Ini menciptakan siklus ekonomi tertutup (<em>closed-loop economy<\/em>) di mana uang negara tidak mengendap di kontraktor besar, melainkan langsung berputar di pasar-pasar tradisional dan dompet petani lokal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\"Ini adalah uang rakyat yang kembali ke rakyat dalam bentuk investasi SDM (Sumber Daya Manusia) dan omzet bagi UMKM. Kami pastikan audit berlapis akan dilakukan, baik oleh Inspektorat maupun BPK, untuk menjamin tidak ada kebocoran,\" pungkasnya.<sup><\/sup>\u00a0<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Menuju 82,9 Juta Penerima<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Reaktivasi 8 Januari hanyalah permulaan. BGN memiliki peta jalan ambisius untuk terus memperluas cakupan penerima manfaat hingga mencapai&nbsp;<strong>82,9 juta orang<\/strong>&nbsp;pada Februari 2026. Perluasan ini akan menyasar wilayah-wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) yang selama ini sulit dijangkau logistik.<sup><\/sup>&nbsp;&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"instagram-media\" data-instgrm-permalink=\"https:\/\/www.instagram.com\/reel\/DTAXPzxiaaC\/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading\" data-instgrm-version=\"14\" style=\" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:540px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);\"><div style=\"padding:16px;\"> <a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/reel\/DTAXPzxiaaC\/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading\" style=\" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> <div style=\" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;\"> <div style=\"background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;\"><\/div> <div style=\"display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;\"> <div style=\" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;\"><\/div> <div style=\" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;\"><\/div><\/div><\/div><div style=\"padding: 19% 0;\"><\/div> <div style=\"display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;\"><svg width=\"50px\" height=\"50px\" viewBox=\"0 0 60 60\" version=\"1.1\" xmlns=\"https:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" xmlns:xlink=\"https:\/\/www.w3.org\/1999\/xlink\"><g stroke=\"none\" stroke-width=\"1\" fill=\"none\" fill-rule=\"evenodd\"><g transform=\"translate(-511.000000, -20.000000)\" fill=\"#000000\"><g><path d=\"M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631\"><\/path><\/g><\/g><\/g><\/svg><\/div><div style=\"padding-top: 8px;\"> <div style=\" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;\">View this post on Instagram<\/div><\/div><div style=\"padding: 12.5% 0;\"><\/div> <div style=\"display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;\"><div> <div style=\"background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);\"><\/div> <div style=\"background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;\"><\/div> <div style=\"background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);\"><\/div><\/div><div style=\"margin-left: 8px;\"> <div style=\" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;\"><\/div> <div style=\" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)\"><\/div><\/div><div style=\"margin-left: auto;\"> <div style=\" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);\"><\/div> <div style=\" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);\"><\/div> <div style=\" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);\"><\/div><\/div><\/div> <div style=\"display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center; margin-bottom: 24px;\"> <div style=\" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 224px;\"><\/div> <div style=\" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 144px;\"><\/div><\/div><\/a><p style=\" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;\"><a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/reel\/DTAXPzxiaaC\/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading\" style=\" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none;\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">A post shared by Badan Gizi Nasional RI (@badangizinasional.ri)<\/a><\/p><\/div><\/blockquote>\n<script async src=\"\/\/www.instagram.com\/embed.js\"><\/script>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bagi jutaan orang tua siswa, tanggal 8 Januari 2026 ditunggu dengan antusias. Bukan hanya karena beban biaya bekal berkurang, tetapi karena harapan akan gizi yang lebih baik bagi anak-anak mereka kini ditanggung oleh negara.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Program MBG aktif serentak 8 Januari 2026 melayani 55,1 juta siswa. Simak strategi Badan Gizi Nasional (BGN) memberdayakan 19.188 dapur umum dan rantai pasok pangan lokal.<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":758,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[297,421],"tags":[78,23],"class_list":["post-784","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-analisis-kebijakan","category-opini-edu-lifestyle","tag-bgn","tag-mbg"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bicarainfo.com\/pendidikan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/784","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bicarainfo.com\/pendidikan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bicarainfo.com\/pendidikan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bicarainfo.com\/pendidikan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bicarainfo.com\/pendidikan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=784"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/bicarainfo.com\/pendidikan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/784\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bicarainfo.com\/pendidikan\/wp-json\/wp\/v2\/media\/758"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bicarainfo.com\/pendidikan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=784"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bicarainfo.com\/pendidikan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=784"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bicarainfo.com\/pendidikan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=784"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}